Perubahan dan Pengubahan Kepribadian

Tahu 16 jenis kepribadian? Pernah mengikuti tesnya?
Kalau belum, saya rekomendasikan web ini. Mengapa sebaiknya teman-teman mengetahui tipe kepribadianmu? Yah, menurut saya supaya bisa lebih memahami diri sendiri. Sehingga nanti bisa menerima diri apa adanya. Setelah menerima diri apa adanya, barulah dipikirkan lebih lanjut, hal apa yang ingin diubah?

Selain itu, dengan memahami perbedaan-perbedaan ini seseorang juga dapat menjadi lebih arif dalam menyikapi perbedaan. Tidak memaksa seseorang untuk mengikuti apa yang dirinya lakukan. Tidak pula berprasangka buruk kala orang lain bersikap kontradiktif dengan dirinya. Berdasarkan pengalaman saya, begitu banyak konflik mencuat dan sakit hati tergurat hanya karena “tidak saling memahami” ini.

Nah, sekarang saya mau cerita nih.. (loh? emangnya yang sebelumnya itu apa ya?)

Pertama kalinya saya menjalani tes 16 jenis kepribadian ini adalah ketika saya duduk di bangku SMP, tepatnya kelas 2 SMP. Kala itu mama memberikan saya sebuah buku, 16 jenis kepribadian. Dalam buku itu dijabarkan karakteristik ke-16 tipe itu.

Namun bukan hanya itu saja. Dalam buku itu juga terdapat tes untuk mengetahui tipe kepribadianmu. Saya pun melakoni tes itu dengan antusias. Bersemangat untuk mengetahui jati diri. (maklumlah.. anak ABG)

Hasil tes menyatakan saya seorang INFJ. (Introvert-Intuitive-Feeling-Judging)

Selang beberapa tahun, buku itu pun saya acuhkan. Baru saya mulai buka lagi ketika saya berada di bangku kuliah, semester satu. Iseng-iseng saya jalani lagi tesnya. Hasilnya tetap sama, yaitu : saya seorang INFJ.

Dua tahun kemudian. Saya bertemu seorang Kania, mahasiswi ITTelkom Teknik Informatika angkatan 2006. Entah kenapa saat itu saya merasa heran. Saya seperti melihat diri saya sendiri dalam dirinya. Usut-punya usut, ternyata kania juga seorang INFJ. (welcome to the club!) Dan kania pun merasakan hal yang semisal ketika melihat diri saya. Aneh ya? Hingga kini pun saya suka becanda dengan menyebut sosoknya dengan sebutan “my tween” (kembaranku).

Lalu lewat satu tahun kemudian, diakhir semester 8, ketika saya membuka blog Bijak dan menemukan widget “personality info”, saya pun terusik untuk mencoba tes ini untuk yang kesekian kalinya.

Hasilnya, saya seorang INTJ! (Intorvert-Intuitive-Thinker-Judger)
Bukan INFJ lagi!

Wow! Sungguh aneh!

Ini belum seberapa, kawan. Ketika saya mengobrol dengan kania, dia malahan menyatakan bahwa, sekarang dia tergolong ENFJ! (Extrovert-Intuitive-Feeler-Judger) Tapi kami masih dalam satu klub “mantan INFJ”. Hehe..

Weleh-weleh..

Hari ini pun saya kembali terusik untuk menjajal tes ini. Setelah hampir enam bulan terhitung tes kepribadian terakhir saya.

Hasilnya, saya masih seorang INTJ. Tapi dengan perubahan persentase kecenderungan yang saya nilai baik. Sisi introvert saya berkurang. Sisi Thinking dan Judgingnya pun berkurang. Namun sebaliknya, sisi intuisi saya bertambah. (hii..intuisi saya makin bertambah tajam)

Coba teman-teman bandingkan hasil berikut :

akhir semester 8
agustus - september 2008
personalityscreenshot2
Januari 2009

Tidak hanya itu, justru multiple intelligence saya berubah drastis. Yang awalnya urutan top three : logical – intrapersonal – musical, menjadi : naturalist – kinesthetic – musical. Memang belakangan ini saya kerajingan alam bebas. Dan belakangan saya juga lebih kinestetik, mungkin karena tuntutan profesi yang membuat saya terdorong untuk berpraktik, tidak berpuas dengan teori. Satu hal yang cukup menggembirakan saya adalah kini intrapersonal dan interpersonal saya cukup seimbang. Bagus.. bagus.. Kalau saya nilai secara umum, persentase-persentase itu menjadi berkurang kesenjangannya. Saya simpulkan bahwa kepribadian saya menuju keseimbangan. (hipotesa awal)

Nah, satu hal yang ingin saya cermati disini adalah, bahwa kemungkinan seseorang untuk berubah (atau merubah) kepribadiannya adalah mungkin. Kepribadian mungkin berubah secara tidak disadari. Mungkin karena lingkungan, pergaulan, kesenangan baru, dan hal-hal eksternal lainnya. Ah, hal ini mungkin sudah biasa di telinga.. Yang justru lebih menarik adalah : hal-hal internal juga bisa membuat perubahan kepribadian. (maka dari itu saya menggunakan kata “berubah ” dan “merubah”) Hal internal dari dalam diri. Kemauan diri secara sadar untuk merubah dirinya. (hm..sounds like one kind of manipulation?)

Bahkan ada tips-tips untuk merubah kepribadian. Coba baca referensi ini.

Sampai saat ini saya tidak terobsesi untuk merubah ke-introvert-an saya (migrasi ke daerah ekstrovert). Karena saya merasa nyaman dengan ke-introvert-an ini. Saya lebih suka ide “menyeimbangan”, bukan “merubah”. Karena itu dibawah saya berikan beberapa referensi untuk para introvert yang ingin menyelami kepribadiannya, memhami diirnya, dan harapannya berujung pada keinginan untuk menyeimbangkan dirinya. Agar sedikit lebih membuka dirinya. Karena ada banyak keajaiban yang perlu dibagi oleh para introvert kepada dunia. Hehe..

Semoga bermanfaat.

Referensi (semua dalam bahasa inggris) :

Tips Mengubah Kepribadian

Bagaimana Seorang Introvert?

Bagaimana Seorang Extrovert

Apakah saya seorang introvert?

Tips untuk sukses membangun jaringan (bagi para introvert)

Tips untuk bertahan dalam keramaian (bagi para introvert)

10 artikel tentang introvert

Tips untuk introvert di tempat kerja

Bagaimana introvert berkomunikasi

Bagaimana menjadi penonton tanpa merasa bersalah ataupun aneh (tips bagi para introvert agar merasa lebih nyaman dengan dirinya)

0 Replies to “Perubahan dan Pengubahan Kepribadian”

  1. wiii…salam club mantan infj..haha..mb.pu ada2 aja ni..

    well,,sebenarnya kepribadian yang setau kania pernah baca dibuku itu gak pernah berubah (corenya maksudnya)…jadi begini,,kita mungkin berubah along the time tapi the inner you remain the same..”mengutip kata penulisnya lo (tapi g gitu ngerti juga “jadi apanya yg berubah y??)

    kalau kata mb.pu..lebih baik menyeimbangkan daripada merubah tentu saja kania setuju sekali..orang yang berusaha untuk mengubah kepribadiannya alias gak mau jadi diri sendiri akan hancur karena hatinya gak sejalan dengan perilakunya…lebih baik memang menyeimbangkan kesemuanya itu dengan ambil yang baik,,buang yang buruk,,ciptakan yang lebih baik (“Anda mengalami dejavu ketika membaca tulisan itu???..hehe)..nah kalau masalahnya kepribadian itu berubah luarnya mungkin memang faktor internal diri kita yang menghendaki atau secara unaware kita terlibat dengan beberapa orang yang cenderung membuat kita kagum dan bertekad meniru gaya hidupnya..itu hipotesa kania aja si..kan ada tu quotationnya” no matter where we go, we take little part of someone else to our life”..
    mungkin ada hubungannya dengan teori yang mengatakan dengan siapa kita bergaul akan menunjukkan seperti apa kita sesungguhnya…”

    intinya sih,,walau terdengar klise
    Be yourself aja,,each and every single person is unique no matter what their type of personality is…orang yang beruntung adalah orang yang terus memperbaiki diri tentunya..
    Yup..that’s all..belajar mencintai diri sendiri dengan kelebihan dan kekurangan dan jangan lupa banyak2 bersyukur karena kita memang terlahir sebagai pribadi unik yang tidak ada duanya di muka bumi..^^
    SEKIAN…terimakasih telah mengulas topik yang sangat menarik ini y mbak…berasa mendadak jadi psikolog ni..hehe..oy usulan jargon”mantan infj,,change to be better,why not???…”(ps.jgn diketawain y^^..ini serius..hahaha)

    1. putrichairina says: Balas

      Wohoho.. panjang bener commentnya.
      But, it just another the-ex-infj-ways. Hihihi..

      nah kalau masalahnya kepribadian itu berubah luarnya mungkin memang faktor internal diri kita yang menghendaki atau secara unaware kita terlibat dengan beberapa orang yang cenderung membuat kita kagum dan bertekad meniru gaya hidupnya..i

      bahasa lainnya : meneladani.

      dengan ambil yang baik,,buang yang buruk,,ciptakan yang lebih baik (”Anda mengalami dejavu ketika membaca tulisan itu???..hehe)

      Iya jadi ada dejavu, kania. Dejavu dengan masa-masa training ESQ. Indahnya..

      SEKIAN…terimakasih telah mengulas topik yang sangat menarik ini y mbak…berasa mendadak jadi psikolog ni..

      Thanks for share your deep-tought.

      oy usulan jargon”mantan infj,,change to be better,why not???…”(ps.jgn diketawain y^^..ini serius..hahaha)

      Yah, kania! Sudah terlanjur ketawa nih.. Maaph ya. Tapi mba juga serius antusias qt buat jargon “klub-mantan-infj”! Usulan jargonnya diterima. (anggota klub ini baru dua orang sih. hehe..)

  2. putrichairina says: Balas

    Komentar dari Bijak lewat email (kayaknya OL pake hp):

    mumpung ada ksmptn bls,an bls disinih ajah yah..
    an blm bc versi lengkapnya di blog putri,tp klo yg dimaksud adlh tes di situs mypersonality.com an jg uda pernah nyobain,dan hasilnya an tipe ENTJ,slh satu tokoh yg bertipe sama adlh Bill Gates..
    tp an pernah nanya2 sm sepupu an di psikologi ugm,ktnya validitas psikotes online blm bs dijamin krn yg namany psikotes itu ada syarat & kondisi yg harus dipenuhi,termasuk penggunaan tool..
    jadi klo mo nyobain tes OL y monggo kerso,tp jgn percaya 100 persen,krn kepribadian sbnrnya bs diubah koq,walopun g scr instan
    wallahua’lam…
    *ditulis di kursi no 5D gerbong 4 KA Parahyangan menuju Jakarta, 9.30

  3. putrichairina says: Balas

    @Bijak
    Terima kasih untuk informasinya. Baru tahu kalau psikotes itu ada syarat&kondisi yang harus dipenuhi.
    Tidak 100% percaya, tapi diambil baiknya saja.
    Ya, kepribadian bisa diubah. Coba baca referensi yang pertama. Disitu ada langkah-langkah untuk mengubah kepribadian, yaitu :
    1. Menentukan “mengapa ingin mengubah kepribadian?”, artinya harus punya tujuan yang jelas.
    2. Spesifik menentukan sisi kepribadian yang ingin diubah.
    3. Beri waktu yang cukup. Bersabar. Karena perubahan tidak instans. Butuh fokus dan konsistensi.
    4. Minta dukungan orang-orang terdekat untuk mendukung perubahan ini. Misalkan teman, sahabat, keluarga, dll.
    5. Terbuka terhadap semua sumber pengetahuan tentang perubahan kepribadian.

  4. Hmmm…INFJ,,, INTJ,,, ENFJ…
    Reza ISFJ…
    ga bisa masuk klub dunk ya…
    :p

  5. Yang ISFJ ga bole ikut masuk klub dunk ya…
    btw mb’pu3…Introvert 84% ituh normal ga…

  6. wew.. keren mb postingannya,,
    soalnya rhm baru tahu ni ternyata manusia ada 16 kepribadian,(ketinggalan banget…)
    rhm coba ikut tes tapi kenapa ga bisa ya?,hasilnya dikirim ke email ya mb pu? jadi belum tahu ni termasuk tipe yg mana..(hiks… T_T)
    kenapa ya belajar kepribadian itu selalu unik? ga ada habis2nya..

  7. oiya, rachmah sekedar tahu kalo pribadi itu ada 4 macam dari buku “Personality Plus”, nah kalo yang sekarang ada 16, berarti yg 4 macam itu cak mano….? (duluan mana c risetnya?)
    hehe.. ga bikin binun kan mba pu?… 😀

  8. putrichairina says: Balas

    @Reza
    ISFJ boleh bikin klub sendiri. Hehe..
    Introvert 84% normal apa ngga? waduh, mba ngga ngerti nih. Ngga punya basic psikologis. Tapi klo boleh berpendapat, selama reza merasa nyaman-nyaman saja, maka tidak masalah.

    Introvert itu punya kecenderungan untuk menyendiri. Ini yang mb mulai belajar untuk seimbangkan. Karena kalau mau jadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain, maka otomatis harus dapat berinteraksi dengan orang lain. Tidak bisa “bertapa” terus di lingkungan yang nyaman (misal : kamar, kostan, rumah, lab, dll)

    Saran dari mb, reza pelajari dulu “pribadi seorang introvert”. Apa sih kelebihannya? Dan apa kekurangannya? Setelah memahami, kemudian baru dipikirkan, apakah ada yang ingin diubah? (langkah-langkahnya ada dalam referensi diatas, atau reza bisa cari referensi lainnya)

    Seperti jargon ex-INFJ-club : change to be better,why not??? ^^

  9. putrichairina says: Balas

    @Rachmah
    Mba juga sudah baca Personality Plus. Keduanya itu saling melengkapi. Karena keduanya melihat dari sisi yang berbeda.
    Mba sendiri amat terbantu setelah membaca Personality Plus. (Sangat!) Mba jadi lebih paham dengan diri sendiri yang kadang koleris akut, diselingi dengan melankolis. Trus juga jadi paham 2 tipe lainnya.

    Dari pemahaman itu mba tersadar bahwa banyak juga “dosa-dosa masa lalu” (cie..seperti bahas sejarah bangsa aje..) yang dibuat HANYA karena ke-TIDAK-PAHAM-an mba akan karakter diri dan orang lain. (kepada Allah minta ampun, kepada yang bersangkutan : “maafin ya..”)

    16 Tipe ini beda lagi lingkup bahasannya. Sok atuh dicoba-in.

    Ups! Udah dicoba tesnya tapi ngga tampil hasilnya? (mb asumsikan Rachmah sudah membuat “account”/register, dan sudah menjalani tesnya) Sebenarnya sudah ada hasilnya. Hasil tersebut tidak dikirim via email. Tapi Rachmah cuma perlu meng-klik menu “Personality Types” yang ada di atas, sebelah menu “welcome”.
    Selamat mencoba!

  10. putrichairina says: Balas

    Comment REZA yang tidak sengaja terhapus oleh saya:

    REZA :
    ” Hmmm…INFJ,,, INTJ,,, ENFJ…
    Reza ISFJ…
    ga bisa masuk klub dunk ya…
    :p “

  11. Sy pling tertarik ps bagian “kepribadian bisa berubah”, soalnya sy jga ngrasain..
    duluuu wktu jamn2 sma (curhat ni :P) sy trmsuk introvert,pendiem dn tertutup,tapi skrang malah ESFP,agak kget jga c.Stelah dpkir2,tmen2 deket sy selama kul emg kbykan orang extrovert..

    Jdi kyny bs diambil kesimpulan klo kpribadian seseorg jga bs brubah krna pngaruh lingkungan dan pergaulan.. 😀


    putrichairina berkata :
    Hoho.. memang terlihat kok kalau Diar dulunya introvert. Aku kan kenal Diar ketika semester satu. Jadi aku masih melihat “peninggalan” jaman-jaman SMA seorang Diar. Hehe..
    Iya, diar. Perubahan kepribadian bisa dipengaruhi oleh lingkungan. Maka dari itu, sebisa mungkin kita memilih lingkungan yang baik untuk tinggal nanti..^^

  12. hehe.. iya sama2 INTJ kita… 🙂 btw udah aku link tuh.. 🙂


    putrichairina berkata :
    Apa kita perlu buat club : INTJ? (hehe..)
    Sip! Lif juga sudah saya link.

Tinggalkan Balasan