Deklarasi Komitmen Berbahasa

Merah Putih
Indonesiaku

Menghormati para pemuda -yang cinta tanah airnya- yang telah merapatkan barisan dan meneguhkan komitmen kecintaannya pada bangsa lewat Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928.

Menngingat pentingnya untuk melestarikan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.

Dan melihat banyaknya perusakan bahasa Indonesia, bahkan lewat tangan para jurnalis dan tokoh-tokoh bangsa.(orang-orang yang diharapkan menjadi ujung tombak penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar)

Serta sebagai bentuk rasa bangga sebagai bangsa Indonesia.

Maka, dengan ini Saya, Putri Chairina, menyatakan akan bersungguh-sungguh untuk menggunakan bahasa tulis Bahasa Indonesia dengan baik dan benar dalam segala aspek jurnalistik.

Bentuk upaya yang dilakukan diantaranya adalah dengan mengurangi penggunaan bahasa asing (sebisa mungkin dikonversi, tapi kalau sulit, Saya akan memiringkan kata tersebut) dan dengan menggunakan tata-bahasa yang baik dan benar. (sesuai dengan apa yang diajarkan oleh guru-guru Bahasa Indonesia Saya terdahulu). Serta tindakan-tindakan lain yang dianggap perlu.

Demikianlah deklarasi ini dibuat.

Jakarta, 16 Januari 2009.

Putri Chairina

-Anak Bangsa-

0 Replies to “Deklarasi Komitmen Berbahasa”

  1. arunamemangmanis says: Balas

    weewwww….
    rasa2nya… gw sering nyampur2 bahasa.
    tanpa mengurangi kecintaan gw sama Indonesia loh !
    bagus deh semangat patriotismenya 🙂


    putrichairina berkata :
    Sama. Saya juga sering ngga sengaja nyampur-nyampur bahasa. Karena itu mau dikurangi. Kalau mau menggunakan bahasa lain, gunakan dengan total kali ya..

  2. Wew….
    Nasionalisme nya…

    Btw, jangan lupa, Yang terpenting adalah “sesuai dengan bahasa kaumnya”. Yang mudah untuk difahami..

    Lets transform the nationalizm to internationalizm..

    ^_^V


    putrichairina berkata :
    Sepakat. Dari nasionalisme ke internasionalisme.

  3. tambah satu Bu, yaitu :
    ngurangin makai singkatan2 g jelas n ga baku. bangsa ini seneng bgt nyingkat2> misal senpi, otista, gatsu,dll


    putrichairina berkata :
    Hoho. Bangsa ini memang senang sekali membuat singkatan. Apakah ini salah satu dampak dari mental “mengambil jalan pintas”? Hehe..

  4. ‘diantara’ harusnya ‘di antara’

    *paling demen komen soal ‘di’*


    putrichairina berkata :
    Sampai sekarang saya masih ragu menggunakan “di antara” atau “diantara”. Yang benar yang mana sih?

  5. […] aneh hasil terjemah dari Google Translate jika menggunakan bahasa gaul. Nah, bertambah kuatlah komitmen saya untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Sekarang, coba tes hasil terjemah blog mu pada Google Translate. Bagaimanakah […]

Tinggalkan Balasan