TELKOMSEL GiveMe (Layanan Baru TELKOMSEL)

Mempertimbangkan dampak negatif yang kemungkinan muncul akibat tulisan ini. Maka saya memutuskan untuk menghapus tulisan ini.

Mohon maaf kepada para pembaca yang sudah “jauh-jauh” mampir namun tidak dapat menikmati keisengan (baca : kreatifitas) adik laki-laki saya.

Untuk yang sudah “terlanjur” membacanya, cukup untuk konsumsi diri sendiri ya..

Terima kasih untuk semua komentar yang teman-teman berikan, yang secara langsung dan tidak langsung telah mengingatkan saya.

Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. (duh! Seperti tulisan DLLAJR kalau ada perbaikan jalan saja..Hehe..) Semoga ini tidak membuat teman-teman “tobat” mengunjungi blog saya. πŸ˜‰

0 Replies to “TELKOMSEL GiveMe (Layanan Baru TELKOMSEL)”

  1. wew… iseng :p


    putrichairina berkata :
    Beginilah konsekuensi hidup ditengah-tengah saudara laki-laki yang teramat kreatif.
    (HIPERBOLIS mode : ON)

  2. lelakisejarah says: Reply

    Ide bagus neh.. klo dah mentok ga da pulsa bisa ngsms bokap.. ^_^


    putrichairina berkata :
    Boleh..boleh..
    Asalkan tidak sampai membuat ayah salah kira. Nanti ayah kira ini layanan TELKOMSEL beneran lagi! Duh! Nanti diklasifikasikan “bohong” oleh malaikat. Hiii… ngeri dosanya,ah!

  3. ntar ikutan ngirim juga ah…


    putrichairina berkata :
    Waduh!
    Sepertinya saya salah buat tulisan nih..

  4. hhayo lho mba..

    Jadi inget cerita tentang saat zaman Rasulullah, ada orang yang menyebutkan kata “tuh” saat menunjukan rumah wanita yang berzina, dan karena petunjuk orang itu makin banyak laki-laki yang datang ke rumah wanita tersebut untuk berzina.. sehingga dosa perzinahan pun di juga ditimpakan ke orang yang mengatakan “tuh ” tadi…

    hehe…


    putrichairina berkata :
    Aduh.. aduh.. Kok jadi syerem begini..
    Ampun,van.. ampun..
    Eh, salah! seharusnya minta ampunnya ke Allah ya.
    Astaghfirullah..
    Ya deh. Bener apa kata vani.
    Makasih dah diingetin, say! πŸ˜‰
    Udah disensor tuh. Hehe..

  5. Pesan moral dari kejadian ini :
    Tulislah hanya artikel/cerita/kisah yang membawa kebaikan.
    Tiap kali kebaikan itu ditiru orang lain, maka pahalanya akan mengalir ke rekening pahala kita. πŸ™‚ πŸ˜‰
    Begitu pula dengan tiap keburukan yang ditiru orang lain, maka dosanya pun akan terlimpah ke tumpukan dosa kita. πŸ™
    Naudzubillahi min dzalik..

  6. ya, ampun, Put…
    belah mana, maksiatnya?
    Masa minta pusla dibilang maksiat..?


    putrichairina berkata :
    Awalnya saya pikir juga tidak mengapa.
    Tapi karena khawatir ditiru orang dalam bentuk yang lain, jadi isi tulisan ini dihapus saja deh. Daripada hati jadi ngga tenang.
    β€œHai, Wabishah, minta fatwalah kepada hatimu, dan mintalah fatwa kepada dirimu. Kebajikan adalah ap yang menjadikan jiwa dan hati merasa tenang, sedangkan dosa adalah apa yang terombang ambing dalam jiwa dan dada meskipun orang-orang memberimu fatwa” (diriwayatkan oleh Imam Ahmad IV/227)

Leave a Reply