Pertanyaan Mama Sore Ini (Sikap Ketika Bertemu Insinyur?)

Sore ini mama bertanya kepadaku ketika berbicara di telepon:

Duh, kalau ketemu insinyur itu harus gimana ya, put?

Ah, seandainya saja aku tidak sedang berada dalam bus karyawan (banyak orang yang dapat mendengar) pasti aku akan langsung menyambut pertanyaan itu dengan jawaban yang aneh-aneh dan bernada sok-sok-an dengan maksud menggoda mamaku.

Seperti :  Oh, kalau ketemu insinyur itu harus pake bahasa yang diplomatis, Ma. Udah gitu, insinyur itu bicaranya menggunakan fakta dan logika. Bukan perasaan. Bla.. bla.. bla..

Hehehe.. Aku tahu betul yang dimaksud insinyur itu adalah diriku!

Anak perempuan mama satu-satunya.

Begitu mama biasa memanggilku (dahulu). Kalau sekarang, mama sering memanggil bu insinyur dalam SMS-SMSnya.

Semenjak aku dinyatakan lulus dari kampus putih-biru ITTelkom, Oktober 2008, hingga kini aku belum dapat bertemu mamaku. Ketika teman-temanku ditemani kedua orang tuanya, kedua orang tuaku tidak dapat menghadiri wisudaku. Maka aku bisa memaklumi betapa rindunya mama kepadaku, anak perempuan satu-satunya ini. (dan begitu pula aku)

Seiring berjalannya waktu aku belajar, ada kalanya kata kangen itu justru begitu menyakitkan. Direntang jarak dan keadaan. Akhirnya aku belajar bagaimana menyampaikan kerinduan bahasa yang berbeda. Dan bagaimana menangkap kerinduan yang dibahasakan orang lain dengan cara yang berbeda.

Aku kangen mamaku.

0 Replies to “Pertanyaan Mama Sore Ini (Sikap Ketika Bertemu Insinyur?)”

  1. hihi so sweet mba 😀

    1. suit.. suit.. hehe.. jadi malu..

  2. duh jadi ingat juga

Leave a Reply