Sabar Bukanlah Pasrah (Sebuah Resensi)

Indahnya Kesabaran
Indahnya Kesabaran

Judul buku : Indahnya Kesabaran

Jenis Buku : Religi

Nama Pengarang : Abdullah Gymnastiar

Nama Penerbit : Emqies Publishing

Tahun Terbit : 2012

Jumlah halaman : 32 halaman

Harga : Rp 10.000 (di Qbaca)

Betapa banyak berita negatif saat ini yang kita lihat di berbagai media. Mulai dari menyontek massal yang didukung oleh pihak sekolah, kasus begal motor, kekerasan terhadap anak, dan sederet panjang tindakan yang membuat kita tidak habis pikir. Sebenarnya segala tindakan negatif tersebut dapat dihindari jika saja kita memiliki pemahaman yang benar akan kesabaran dan mau menjadikan sabar sebagai karakter diri. Inilah tujuan yang ingin penulis capai dalam bukunya yang berjudul Indahnya Kesabaran.

Pembuka, Hakikat Sabar

Diawali dengan pemaparan akan manfaat sabar bagi tiap pribadi kemudian penulis menjabarkan pengertian sabar dari segi bahasa maupun istilah.

“Sabar artinya kokohnya pendirian seseorang untuk tetap berada di jalan kebenaran,
tanpa terpengaruh oleh situasi dan kondisi apapun.”

Pada bagian ini penulis juga menjabarkan karakter orang yang sabar itu ada tiga, yaitu tidak lemah mental atau penakut, tidak lesu atau murung, dan tidak menyerah atau pasrah. Tiga karakter ini penulis sari kan dari salah satu ayat Al-Quran, yaitu surat Ali Imran ayat 146 yang berbunyi :

“..Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah. Allah menyukai orang-orang yang sabar.”

Tiga Situasi Dalam Bersabar

Bisa dikatakan ini adalah bagian inti dari buku ini. Pada bagian ini penulis menyadarkan pembaca bahwa sabar itu bukanlah sikap pasrah. Karena sabar itu adalah sikap aktif yang harus menyertai ikhtiar kita dalam tiga situasi. Pertama, dalam meluruskan niat. Yaitu kesungguhan dalam menjaga niat kita tetap lurus, untuk menggapai ridho Allah, dalam segala tindakan kita. Kedua, sabar dalam menyempurnakan ikhtiar. Yaitu dengan menghiasi ikhtiar kita dengan tiga hal : kesungguhan, pengorbanan, dan kesinambungan. Ketiga, sabar ketika menghadapi hasil. Dalam menghadapi hasil ikhtiar, baik itu sesuai dengan harapan maupun tidak, haruslah dengan senantiasa bersyukur dan tetap yakin kepada Allah.

Kategori Orang Yang Beruntung

Pada bagian ini penulis menjabarkan lima kategori orang yang beruntung dikarenakan pekerjaan, kekayaan, dan jabatannya. Dengan menggunakan kisah-kisah teladan, penulis mengajak pembaca untuk menjadi golongan yang dengan kelebihan yang Allah titipkan kepadanya justru menjadikan dirinya semakin bermanfaat bagi masyarakat.

Penutup, Sabar Itu Tak Berbatas dan Tips Dalam Bersabar

Menutup tulisannya, penulis memberikan pemahaman akan prinsip sabar yang tidak memiliki batas. Prinsip ini didasari oleh ayat Quran yang menyatakan bahwa pahala sabar itu tak berbatas. Kemudian penulis memberikan tips agar pembaca dapat istiqomah dalam kesabarannya, yaitu dengan tekad yang kuat, latihan terus-menerus, mencari lingkungan yang baik, dan banyak berdoa.

Dalam tulisannya Aa Gym banyak menggunakan ayat Qur’an dan al-Hadits sebagai referensi. Hal ini menjadikan tulisannya semakin berbobot. Namun begitu, penggunaan bahasa yang sederhana, mudah dimengerti, serta dihiasi oleh berbagai kisah teladan, menjadikan tulisan yang penuh makna ini ringan dibaca dan tidak terkesan menggurui. Kelebihan inilah yang membuat buku ini sangat layak dibaca oleh setiap kalangan di segala usia.

Semoga Allah meneguhkan langkah kita dalam bersabar. Aamiin..

————————————————————————-

Tulisan ini adalah sebuah resensi yang diikutsertakan dalam lomba Resensi Buku Islami dalam event Gema Ramadhan Telkom Group. Bantu like yaaaaaa…
Klik di web ucontest berikut ini : sabar bukanlah pasrah
Periode kontes sampai tanggal 15 Juli 2015.

Terima kasih atas like-nyaaa… ^_____^

Leave a Reply