Mengelola Sampah Rumah Tangga

keluarga mengelola sampah rumah tangga

Apakah Sampah Rumah Tangga Itu?

Pengertian sampah rumah tangga adalah segala bahan sisa yang berasal dari aktivitas rumah tangga.

Dua Jenis Sampah Rumah Tangga : Organik dan Anorganik

Berdasarkan jenisnya, sampah rumah tangga dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu sampah organik dan anorganik. Pengertian sampah organik adalah sampah yang berasal dari bahan-bahan alam dan dapat terurai melewati proses alami/mikroorganisme. Contoh sampah organik adalah sisa sayuran, kulit buah-buahan, tepung, bahan makanan, daun, kayu/ranting.

Sedangkan pengertian sampah anorganik adalah sampah yang berasal dari bahan-bahan non-alam (baik itu produk sintetik maupun hasil pengolahan teknologi dari bahan tambang) yang tidak dapat terurai oleh mikroorganisme/alam. Contoh sampah anorganik adalah botol/gelas/piring plastik, botol/gelas/piring kaca, tas plastik, kain, kaleng, baterai, lampu, dan lain-lain.

Bagaimana Dengan Sampah Kertas, Tisu, dan Karton ?

Sebetulnya kertas, tisu, dan karton termasuk sampah organik. Namun, untuk proses penguraiannya lebih lama dan tidak bisa dijadikan bahan untuk pupuk kompus. Selain itu, barang-barang ini dapat di-daur ulang. Oleh karena itu sebaiknya ketiga sampah ini sebaiknya dikelompokkan ke dalam wadah sampah anorganik saja. Lebih baik lagi jika dipisahkan tersendiri.

Mengapa Sampah Rumah Tangga Perlu Dikelola Dengan Baik ?

Sampah dari masing-masing rumah tangga nantinya akan dikumpulkan di dalam tempat pengelolaan sampah. Tentunya akan memudahkan proses pengolahan sampah selanjutnya jika sampah-sampah sudah dikelompokkan dengan baik sesuai dengan jenisnya, organik atau anorganik. Karena proses pengolahan dari kedua jenis sampah ini berbeda.

Apa Manfaat Mengelola Sampah Di Rumah Kita Dengan Baik Bagi Diri Kita ?

Mungkin apa yang akan kita lakukan di rumah terlihat sepele, yakni hanya dengan memisahkan kedua jenis sampah ini pada wadah yang berbeda. Namun yang perlu diingat adalah bagaimana hal-hal kecil yang kita lakukan dapat memberikan kontribusi positif terhadap lingkungan. Kita tidak perlu menunggu untuk menjadi orang penting (baca : pejabat) yang dapat mengeluarkan kebijakan lingkungan hidup untuk dapat berkontribusi positif di lingkungan kita. Lakukanlah dari hal sederhana yang paling mungkin kita lakukan. Lalu rasakan diri ini menjadi bagian dari alam/lingkungan kita. Perasaan “dekat dengan alam” ini akan membuat pilihan-pilihan kita selanjutnya akan menjadi lebih “peka terhadap alam”. Seperti secara sadar kita akan memilih barang-barang yang lebih ramah lingkungan daripada yang murah tapi tidak ramah lingkungan. Lalu secara sadar juga kita akan menimbang dampak tindakan kita terhadap lingkungan. Dan kita pun akan menurunkan kebiasaan baik ini kepada anggota keluarga kita.

Yuk, kita mulai melakukan hal baik untuk kebaikan lingkungan kita. Lakukan langkah mudah ini :

  • Sediakan dua jenis tempat penampungan sampah, satu untuk sampah organik dan satu lagi untuk sampah anorganik.
  • Letakkan sampah pada wadah yang sesuai dengan jenis sampah tersebut.
  • Untuk sampah organik, buanglah setiap hari.
  • Untuk sampah anorganik dapat dibuang seminggu sekali.
  • Beritahu anggota keluarga tentang pengaturan sampah di rumah beserta tujuannya. (edukasi)
Kita dan Alam

 

Leave a Reply