Strategi Bisnis Untuk Pedagang Buah – Contoh Konkrit

strategi bisnis untuk pedagang buah

Dalam tulisan sebelumnya, Manajemen Strategi – Kapan Pelaku Usaha Membutuhkannya?, telah dibahas kapan manajemen strategi itu diperlukan dan siapa pelaku usaha yang membutuhkan manajemen strategi. Selanjutnya kita akan coba membuat strategi bisnis untuk pedagang buah-buahan pinggir jalan.

Proses manajemen strategi secara umum terdiri dari empat tahapan, yaitu penentuan strategi intent, formulasi strategi, implementasi strategi, dan evaluasi strategi.

manajemen strategi

Dengan skema tersebut kita dapat melakukan implementasi riil manajemen strategi pada usaha penjualan buah-buahan di pinggir jalan.

1. Menentukan Strategic Intent / Destinasi Strategi Bisnis

Destinasi strategi terdiri dari visi, misi, nilai, dan sasaran perusahaan. Usaha penjualan buah di pinggir jalan termasuk usaha dengan tingkat formalitas rendah. Yakni visi, misi, nilai, sasaran, serta prosedur dalam usaha tersebut tidak disimpan dalam bentuk tertulis. Namun hal-hal tersebut tetap ada. Ketika kita tanyakan apa tujuan bapak jualan buah-buahan, biasanya visi dan misi mereka sederhana, seperti “untuk menghidupi keluarga”, “untuk mencari makan”, “untuk biaya anak sekolah”, dan sebagainya. Hal ini dapat kita kategorikan sebagai visi dan misi sederhana mereka. Tentunya seiring dengan berkembangnya usaha, strategi intent yang sangat sederhana ini dapat diperbaharui sehingga memenuhi kaidah strategi intent.

Selanjutnya mari kita coba buat destinasi strategik dari usaha pedagang buah-buahan.

Visi

Menjadi penyedia buah-buahan pilihan masyarakat sekitar Ciputat Timur (satu kelurahan)

Misi

  • Menyediakan buah-buahan yang segar dan menyehatkan
  • Memberikan pelayanan yang ramah dan berkesan

Nilai Utama

  • Integritas
  • Melayani

2. Pembuatan Strategi Bisnis

2.a Analisa Lingkungan Organisasi

Formulasi strategi untuk usaha ini dimulai dengan melakukan penilaian lingkungan eksternal dan internal organisasi, yakni menggunakan analisa SWOT. Dalam analisa SWOT, Strength dan Weakness merupakan penilaian terhadap internal organisasi. Sedangkan Opportunity dan Threat merupakan penilaian terhadap lingkungan eksternal organisasi.

Selanjutnya, mari kita buat analisa SWOT terhadap usaha penjualan buah-buahan di pinggir jalan.

Strength (S)

  • Nilai luhur dari penjual (integritas, disiplin)
  • Posisi usaha yang strategis.
  • Pengetahuan tentang selera konsumen.
  • Pelayanan yang ramah.

 Weakness (W)

  • Tidak tahu cara mengembangkan usahanya.
  • Tidak tahu cara lain untuk menarik minat konsumen (pemasaran).
  • Sumber daya manusia yang terbatas.
  • Terbatasnya kemampuan pengelolaan keuangan.
  • Buah-buahan yang tidak laku akan terbuang.

Opportunity (O)

  • Pengetahuan tentang pola musiman penjualan buah.
  • Kesadaran masyarakat yang meningkat akan pentingnya mengkonsumsi buah-buahan.
  • Dengan bantuan telekomunikasi dan teknologi, konsumen dapat dihubungi dari jarak jauh.

Threat (T)

  • Munculnya kompetitor baru.
  • Jenis produk yang terbatas dan dipengaruhi oleh musim.
  • Dalam kondisi pandemi, konsumen lebih banyak beraktivitas di rumah dan melakukan pembelian secara online dari rumah.
  • Munculnya platform digital penjualan buah-buahan yang langsung dari produsen (petani) ke konsumen seperti TaniHub, SayurBox, dsb.
  • Jika lokasi usaha masih belum menetap dan legal maka akan muncul pungutan-pungutan liar dari oknum-oknum, seperti preman ataupun organisasi massa.

2.b Menentukan Alternatif Strategi Bisnis

Dari hasil analisa SWOT di atas selanjutnya dapat dilakukan analisa strategi TOWS. Strategi TOWS terdiri atas empat bagian yaitu, SO, WO, ST, dan WT. Masing-masing merupakan strategi yang menjawab aspek-aspek internal dan eksternal organisasi.

Selanjutnya mari kita buat strategi SO, WO, ST, dan WT dari usaha pedagang buah-buahan pinggir jalan.

Strategi SO (Strength – Opportunity)

Strategi ini berupaya meraih peluang-peluang yang ada dengan meningkatkan/memaksimalkan kekuatan internal organisasi. Contoh strategi SO dalam kasus ini adalah:

  • Memperkenalkan kepada konsumen mengenai manfaat dari buah-buahan yang tidak biasanya mereka beli (edukasi).
  • Membuat group WhatsApp yang berisi konsumen loyal.
  • Group WhatsApp ini dapat digunakan untuk pemberitahuan stok buah yang terbaru dan juga edukasi konsumen.

Strategi WO (Weakness – Opportunity)

Strategi ini berupaya meraih peluang-peluang yang ada dengan meminimalisir kelemahan internal organisasi. Contoh strategi WO yang dapat menjadi alternatif strategi adalah:

  • Menggunakan media seperti YouTube untuk mempelajari strategi pemasaran, pengelolaan keuangan, dan sumber daya manusia.
  • Mengikuti group WhatsApp yang mengulas strategi-strategi bisnis.

Strategi ST (Strength – Thread)

Strategi ini berupaya menghindari/meminimalisir ancaman yang ada dengan memanfaatkan kekuatan internal organisasi. Contoh strategi ST dari kasus ini adalah:

  • Dapat menerima pemesanan buah secara jarak jauh melalui WhatsApp.
  • Menerima pembayaran menggunakan virtual currency seperti LinkAja, GoPay, Ovo, dan Dana.
  • Mencari lokasi usaha yang terbebas dari pungutan liar namun biaya sewanya masih terjangkau dan memiliki lokasi yang strategis.
  • Menginformasikan konsumen jika datang buah-buahan musiman beserta edukasi manfaat dari buah-buahan tersebut.

Strategi WT (Weakness – Threat)

Strategi ini berupaya menghindari/meminimalisir ancaman yang ada dengan meminimalisir kelemahan internal organisasi. Contoh strategi WT dalam kasus ini adalah:

  • Memungkinkan pengiriman pesanan menggunakan jasa pengiriman online seperti GoJek dan Grab.
  • Bergabung dengan digital platform seperti Go-Shop dan GrabMart untuk meraih pasar yang lebih luas.
  • Melakukan diskon untuk buah-buahan yang akan basi.
  • Melakukan diversifikasi produk, namun masih menggunakan bahan baku yang sama, yaitu buah-buahan.

3. Implementasi Strategi

Dapat dilihat ada beberapa alternatif strategi yang dapat dilakukan oleh pedagang buah-buahan. Masing-masing strategi tentunya memerlukan sumber daya untuk dapat diimplementasikan. Dan tentunya sumber daya itu terbatas.

Oleh karena itu, perlu ditentukan alternatif strategi yang akan dipilih untuk dijalankan. Bagaimana cara menentukan alternatif strategi yang akan dijalankan? Nah, ada berbagai pendekatan yang dapat dilakukan. Lebih lengkapnya nanti akan aku tuliskan beberapa metode pengambilan keputusannya dalam tulisan terpisah. Sederhananya, pertimbangkan strategi yang memiliki dampak paling signifikan terhadap bisnis dan pertimbangkan sumber daya yang dibutuhkan.

Setelah selesai menentukan strategi bisnis, selanjutnya dilakukan implementasi strategi. Strategi-strategi yang telah ditetapkan kemudian dibuat tingkat urgensinya, timeline pelaksanaannya, serta indikator kesuksesannya.

4. Evaluasi Strategi

Proses evaluasi implementasi strategi dilakukan dengan memeriksa ketercapaian indikator kesuksesan dari strategi yang telah ditetapkan. Proses ini dilakukan secara berkala. Output dari evaluasi ini adalah perbaikan cara kerja. Kondisi eksternal usaha dan internal organisasi juga perlu dianalisa kembali, apakah ada perubahan? Jika ada, maka strategi harus diformulasikan kembali. Ini sesuai dengan konsep strategi sebagai suatu produk yang berbatas waktu dan dapat menyesuaikan.

Kesimpulan

Strategi bisnis mutlak diperlukan untuk setiap pelaku usaha, besar maupun kecil, untuk dapat bertahan dan bertumbuh ditengah iklim yang kompetitif dan tidak menentu. Proses pembuatan strategi bisnis diawali dengan penentuan destinasi strategis, lalu diidentifikasi lingkungan internal dan eksternal organisasi. Setelah itu barulah dibuat alternatif strategi untuk menjawab kondisi lingkungan organisasi. Dari berbagai alternatif strategi, dipilihlah strategi yang paling berdampak bagi bisnis dan juga dengan mempertimbangkan ketersediaan sumber daya. Setelah strategi ditentukan selanjutnya adalah implementasi strategi dan evaluasi.

Foto Pedagang Buah: jurnalasia.com

Leave a Reply